Bekas luka terjadi karena jaringan
fibrosa terbentuk untuk mengantikan kulit yang terluka. Bekas lukas bisa disebabkan berbagai hal
seperti:
- Kebakaran
- Jatuh
- Tergores
- Operasi
- Kesetrum
- Kecelakaan (ketabrak mobil, motor, truk atau yang lain)
- Gigitan serangga (nyamuk, semut dan lain-lain)
Selain penyebab diatas, masih banyak penyebab lain yang
bisa menyebabkan kulit terluka. Setelah melihat beberapa penyebab bekas luka,
saatnya melihat beberapa jenis bekas luka sperti
-
Jaringan parut (Hypertrophic)
 |
| jaringan parut |
Jaringan parut muncul karena
produksi kolage terlalu berlebihan saat menyembuhkan luka hingga bekas luka
terangkat naik. Biasanya bekas luka ini berwarna merah muda pada awalnya
kemudian berubah menjadi warna pucat setelah beberapa bulan.
-
Keloid
 |
| keloid |
Keloid yang lebih parah dari jaringan parut. Biasanya
keloid lebih besar daripada luka aslinya yang bisa menjadi tumor jinak. Keloid
lebih banyak terjadi pada orang berkulit gelap. Perbedaanya dengan jaringan
parut adalah keloid bisa gatal dan nyeri pada beberapa orang.
-
Stretch mark
 |
| stretch mark |
Guratan yang biasa ditemukan di perut,
bokong dan paha karena adanya pertumbuhan secara cepat sedangkan jaringan kulit
tidak bisa mengimbangi seperti hamil, otot membesar atau penambahan berat
badan.
-
Atrofi
 |
| atrofi |
Cekungan di kulit yang diakibatkan
hilangnya lemak atau otot. Biasanya banyak dialami oleh orang yang sudah tua
tapi tidak ada kemungkinan terjadi pada orang muda.
Ke-4 bekas luka ini tidak bisa hilang tanpa bantuan dari
manusia sehingga semakin banyak perawatan khusus untuk menghilangkan bekas luka.
Diharapkan untuk hati-hati memilih perawatan yang tepat agar bisa benar-benar
menghilangkan bekas luka tersebut, bukan menambahkannya. –hm-
Lanjut
→
Sebab Dan Jenis Bekas Luka