Wah, Ternyata Begini Kondisi Internet di Korea Utara!

Diposting oleh Heni Minata on Jumat, 28 Juli 2017

internet korea utara
image source: CTV News
Tidak seperti yang dikira sebagian besar masyarakat dunia, ternyata akses internet sudah tersedia di Korea Utara. Hanya saja, tidak seperti di sebagian besar negara di mana akses internet bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, di Korea Utara seseorang harus memiliki izin khusus dari pemerintahan. Tidak hanya itu, akses internet juga lebih sering digunakan untuk keperluan pemerintahan. Jangan bermimpi dengan internet cepat, karena tidak semua wilayah di Korea Utara bisa menikmati kemudahan ini.

Di Korea Utara, akses internet hadir melalui fiber optik dan juga broadband. Kecepatannya maksimum 2,5 Gbit/detik. Namun demikian, layanan internet untuk individu dan instansi hanya disediakan melalui jaringan bebas bernama Kwangmyong sementara untuk akses internet global dibatasi untuk orang-orang tertentu saja. Hanya ada satu ISP yang menyediakan koneksi internet di Korea Utara, yakni Star Joint Venture Co. sejak 21 Desember 2009 lalu. Sebelum menggunakan layanan ini, akses internet Korea Utara diperoleh melalui hubungan satelit ke Jerman atau China Netcom. Itu pun tidak bisa dilakukan setiap saat karena hanya bisa digunakan ketika pemerintah memerlukannya.

Pada September 2007, Korea Utara pun membuat domain untuk negaranya dengan akhiran .kp. Dulu, domain ini berisi situs-situs yang berhubungan dengan pemerintahan. Sementara itu, Korea Utara juga memiliki blok alamat IPv4 sendiri yang bisa menampung 1.024 IP: 175.45.176.0 – 175.45.179.255. Meski akses Internet terbatas di Korea Utara, sedikitnya jatah alamat IP membuat alokasinya pun sangat konservatif. Salah satunya adalah Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, yang hanya memiliki satu alamat IP di internet global.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, Korea Utara menyediakan Kwangmyong untuk akses internet negaranya. Kwangmyong sendiri memiliki arti ‘bintang yang bersinar terang’. Kwangyong merupakan jaringan internet tertutup yang hanya digunakan untuk mengakses situs tertentu yang sudah dipilih, disalin, serta disensor dengan ketat oleh pemerintah. Selain membatasi akses, Korea Utara juga membatasi kepemilikan komputer. Hanya orang-orang tertentu sajalah yang diperbolehkan memiliki komputer, itu pun dengan izin dari pemerintah. Komputer mereka pun harus didaftarkan ke kepolisian agar bisa dideteksi penggunaannya.

Bagi yang tidak memiliki komputer, maka jaringan Kwangmyong hanya bisa diakses melalui komputer di laboratorium, di kantor pemerintahan, universitas, atau bahkan kafe internet di kota besar. Itu pun jumlahnya tidak seberapa. Kesimpulannya, Korea Utara memang memiliki akses internet, namun demikian tak semua warganya bisa menikmati kebebasan tersebut.

{ 0 komentar ... read them below or add one }

Posting Komentar